Stay in the loop! Follow flux on social media for the latest updates.
Internet of Things atau IoT adalah teknologi yang semakin sering digunakan di berbagai bidang, mulai dari industri, pertanian, lingkungan, hingga rumah tangga. Meski istilah IoT terdengar teknis, sebenarnya konsep dan cara kerjanya cukup sederhana jika dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Banyak orang mengira IoT adalah teknologi yang rumit dan hanya bisa dipahami oleh orang IT. Padahal, IoT pada dasarnya hanyalah sistem yang memungkinkan alat bisa “merasakan”, “mengirim”, dan “menampilkan” data secara otomatis melalui internet.
Artikel ini akan membahas bagaimana cara kerja sistem IoT secara sederhana, tanpa istilah teknis yang rumit. Cocok untuk pemula, non-teknis, maupun siapa saja yang ingin memahami dasar IoT sebelum menggunakannya di bisnis atau industri.
Contents
- 1 Apa Itu Sistem IoT?
- 2 Komponen Utama dalam Sistem IoT
- 3 Cara Kerja Sistem IoT Secara Sederhana (Step by Step)
- 4 Contoh Cara Kerja Sistem IoT dalam Kehidupan Sehari-hari
- 5 Mengapa Sistem IoT Menggunakan Monitoring Real-Time?
- 6 Perbedaan Sistem IoT dengan Sistem Manual
- 7 Mengapa Sistem IoT Penting untuk Industri?
- 8 Kesimpulan
Apa Itu Sistem IoT?

Baca Juga: Flux IoT untuk Smart City: Tingkatkan Layanan Publik dengan Teknologi Cerdas
Sistem IoT adalah gabungan dari beberapa komponen yang bekerja bersama untuk mengumpulkan dan mengirim data secara otomatis. Sistem ini memungkinkan perangkat fisik, seperti sensor atau mesin, terhubung ke internet dan saling bertukar informasi.
Secara umum, sistem IoT terdiri dari:
- Perangkat atau sensor
- Koneksi internet
- Server atau platform IoT
- Dashboard atau aplikasi pengguna
Semua komponen ini saling terhubung dan bekerja secara berurutan. Jika salah satu tidak berjalan, maka sistem IoT tidak akan berfungsi dengan baik.
Komponen Utama dalam Sistem IoT

Agar lebih mudah dipahami, mari kita bahas komponen IoT satu per satu.
1. Sensor atau Perangkat IoT
Sensor adalah “indera” dalam sistem IoT. Tugasnya adalah membaca kondisi di sekitar, lalu mengubahnya menjadi data.
Contoh sensor IoT:
- Sensor suhu untuk mengukur panas
- Sensor kelembapan
- Sensor ketinggian air
- Sensor kualitas udara
- Sensor getaran mesin
Tanpa sensor, sistem IoT tidak memiliki data untuk diproses.
2. Koneksi Internet
Setelah sensor membaca data, langkah berikutnya adalah mengirim data ke internet. Di sinilah koneksi berperan penting.
Koneksi yang digunakan dalam IoT bisa berupa:
- WiFi
- Jaringan seluler
- Ethernet
- Jaringan khusus IoT
Koneksi ini berfungsi sebagai “jalan” agar data dari sensor bisa sampai ke server atau platform IoT.
3. Server atau Platform IoT
Server atau platform IoT adalah tempat data dikumpulkan dan diolah. Di sinilah data dari sensor disimpan, dianalisis, dan disiapkan untuk ditampilkan.
Platform IoT biasanya memiliki fungsi:
- Menerima data dari banyak sensor
- Menyimpan data historis
- Mengolah dan menganalisis data
- Mengirim data ke dashboard
Tanpa platform IoT, data sensor hanya akan lewat tanpa arti.
4. Dashboard atau Aplikasi
Dashboard adalah bagian yang dilihat langsung oleh pengguna. Data yang awalnya berupa angka mentah diubah menjadi tampilan visual yang mudah dipahami.
Dashboard biasanya menampilkan:
- Grafik
- Angka real-time
- Status normal atau warning
- Riwayat data
Dengan dashboard, pengguna bisa memantau kondisi sistem tanpa harus datang langsung ke lapangan.
Cara Kerja Sistem IoT Secara Sederhana (Step by Step)

Agar semakin jelas, berikut alur cara kerja sistem IoT secara sederhana:
Langkah 1: Sensor Membaca Kondisi
Sensor membaca kondisi lingkungan atau mesin, misalnya suhu ruangan atau level air.
Langkah 2: Data Dikirim ke Internet
Data dari sensor dikirim melalui jaringan internet ke server atau platform IoT.
Langkah 3: Data Diproses
Server menerima data, menyimpannya, lalu mengolahnya agar siap ditampilkan atau dianalisis.
Langkah 4: Data Ditampilkan di Dashboard
Data yang sudah diproses ditampilkan di dashboard dalam bentuk grafik atau angka real-time.
Langkah 5: Pengguna Mengambil Keputusan
Berdasarkan data tersebut, pengguna bisa:
- Memantau kondisi
- Mengambil tindakan
- Mengatur sistem secara manual atau otomatis
Sederhananya: sensor → internet → server → dashboard → keputusan.
Contoh Cara Kerja Sistem IoT dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh 1: Monitoring Suhu Ruangan
Sensor suhu membaca temperatur ruangan setiap beberapa detik. Data dikirim ke internet dan ditampilkan di dashboard. Jika suhu terlalu tinggi, sistem bisa memberi notifikasi.
Contoh 2: Monitoring Air
Sensor ketinggian air membaca level air secara berkala. Data dikirim ke platform IoT dan ditampilkan di dashboard. Jika air naik melewati batas aman, pengguna langsung mengetahuinya.
Contoh 3: Smart Home
Lampu dan AC terhubung ke internet. Pengguna bisa menyalakan atau mematikan perangkat melalui aplikasi di ponsel berdasarkan data dan perintah yang diberikan.
Mengapa Sistem IoT Menggunakan Monitoring Real-Time?
Salah satu keunggulan utama IoT adalah monitoring real-time. Artinya, data ditampilkan hampir tanpa jeda waktu.
Manfaat monitoring real-time:
- Masalah bisa terdeteksi lebih cepat
- Mengurangi risiko kerusakan
- Meningkatkan keamanan
- Mempermudah pengawasan jarak jauh
Tanpa monitoring real-time, sistem IoT kehilangan nilai utamanya.
Perbedaan Sistem IoT dengan Sistem Manual

Sebelum IoT, banyak proses monitoring dilakukan secara manual, seperti mencatat data di kertas atau mengecek alat secara langsung.
Perbedaan utamanya:
- Sistem manual bergantung pada manusia
- Sistem IoT bekerja otomatis
- Data IoT tersimpan rapi dan historis
- IoT bisa diakses dari mana saja
Inilah alasan mengapa banyak industri beralih ke sistem IoT.
Mengapa Sistem IoT Penting untuk Industri?

Di industri, IoT membantu:
- Monitoring mesin secara terus-menerus
- Mengurangi downtime
- Meningkatkan efisiensi operasional
- Mendukung pengambilan keputusan berbasis data
IoT membuat industri bekerja lebih cerdas, bukan lebih berat.
Kesimpulan
Cara kerja sistem IoT sebenarnya sangat sederhana. Sistem ini bekerja dengan membaca data melalui sensor, mengirimkannya ke internet, mengolahnya di server, lalu menampilkan hasilnya di dashboard agar mudah dipahami pengguna.
Dengan alur yang jelas dan otomatis, IoT membantu monitoring menjadi lebih cepat, akurat, dan efisien. Penerapan IoT tidak hanya bermanfaat bagi industri besar, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari.
Memahami cara kerja sistem IoT secara sederhana adalah langkah awal yang penting sebelum mengimplementasikannya. Dengan pemahaman yang tepat, IoT dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan efisiensi, keamanan, dan kualitas pengambilan keputusan.





